Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Contributor
1209


Pasangan suami istri Matt Grodsky dan Laura Scheel mengisahkan proses perjalanan panjang asmara mereka hingga menjadi sejoli yang memutuskan untuk menikah. Dalam penuturannya, Matt mengatakan bahwa kisahnya bersama Laura dimulai ketika keduanya masuk kelas pra-sekolah di usia 3 tahun.

Saat itu, Matt meyakini kalau dirinya kelak akan menikahi Laura. Dan ternyata setelah 20 tahun berlalu, keyakinan itu pun bak mimpi yang tak seorangpun mampu mempercayainya. Pada bulan Desember 2015 lalu, Matt melamar teman masa kecilnya itu tepat di sekolah pra-sekolah mereka 20 tahun yang lalu, tempat yang mengukir kenangan pertemuannya dengan Laura.

Kisah romantis merekapun mendapat perhatian lebih luas ketika Matt dalam sebuah akun Instagram bernama ‘The Way We Met’ memposting foto-foto kenangan masa kecilnya bersama Laura.

“Sebagai anak-anak, Laura mengajariku cara mengayuh ayunan, menggambar pebukitan dan cara yang benar memakan keju string. Aku terpikat pada Laura sejak kecil, dan sampai hari ini,” tulis Matt dalam salah satu foto kenangan itu.

Dia juga menceritakan kenangannya ketika bermain petak umpet bersama Laura dan keduanya tetap terjaga sepanjang tidur siang.

Sayangnya, masa-masa kecil yang mereka habiskan bersama itu nggak berlangsung selamanya bahkan sampai sebelum mereka menikah. Keduanya kehilangan kontak saat mereka melanjutkan sekolah dasar. Selama tujuh tahun berikutnya mereka hanya bisa saling mengenali wajah lewat kartu Natal keluarga yang mereka kirimkan.

Perpisahan yang sudah cukup lama itu kembali terjalin setelah seorang teman SMA memperkenalkan mereka. Dan mereka pun kembali mulai dekat. Lalu, di bulan Mei 2015, Matt menyampaikan kepada Laura bahwa dirinya tetap mengingat janji masa kecilnya untuk suatu saat nanti akan menikahi Laura.

Janji itu akhirnya ditepatinya ketika Matt membawa Laura jalan-jalan ke sekolah masa kecilnya itu. Di sanalah dia meminang istrinya itu dengan berlutut dan meminta menikahinya.

“Aku seperti, ‘Oh astaga, benarkah ini terjadi?’ Aku melihat cincin itu dan seperti..Indah sekali. Aku sangat senang…” kenang Laura ketika Matt akhirnya melamarnya di sekolah masa kecil mereka itu.

Matt tahu betul bahwa salah satu pesona yang membuat Laura tertarik kepadanya adalah keahliannya menghancurkan sebuah piñata setiap perayaan Cinco De Mayo di sekolahnya dulu.

“Aku ingat pernah mencoba membuatnya terkesan saat merayakan Cinco De Mayo di pra-sekolah tempat kami mencoba memecahkan piñata. Untung aku adalah anak yang berhasil melakukannya dan aku menduga hal itu mendapat perhatiannya,” terang Matt.

Sebagaimana dikisahkan Matt dalam sebuah foto kenangannya mengisahkan perjalanan asmara mereka, katanya:

“Laura dan aku bertemu di pra-sekolah. Salah satu kenangan pertamaku adalah saat berusia 3 tahun dan berdiri di depan kelas pra-sekolah, mengatakan kalau aku akan menikahinya suatu hati nanti. Sebagai anak-anak, Laura mengajariku cara menunggang kuda. Ayunan, menggambar pebukitan, dan ‘cara yang benar’ memakan keju string. Kami punya kenangan indah ketika bermain petak umpet, saling kejar-kejaran di taman bermain dan tidur siang bersama.Aku terpikat pada Laura sejak kecil, dan masih (merasakannya) sampai hari ini. Tapi kami harus kehilangan kontak saat masuk sekolah dasar dan tujuh tahun kemudian, kartu Natal tahunan keluarga kami adalah satu-satunya acara kami saling mengenali wajah masing-masing. Tapi ketika masuk SMA kebetulan melalui seorang teman kami kembali bertemu. Dalam dua minggu, kami memutuskan untuk berpacaran. Kami terus berkencan selama duduk di bangku SMA, walaupun kami berbeda sekolah. Kami bahkan sempat terjebak dalam hubungan jarak jauh (LDR, red) ketika kami masuk ke perguruan tinggi di negara yang berbeda. Kami tetap berpacaran sampai tanggal 23 Mei 2015, aku memutuskan untuk tetap setia pada janji pra-sekolahku dan menjadikan Laura istriku. Aku melamarnya di tempat pertama kamo bertemu….di kelas pra-sekolah kami.”

Paman Matt, yang mengurus semua urusan pernikahan itu pun memberikan yang terbaik bagi pasangan ini. “Bagi sebagian besar anak-anak di pra-sekolah, hubungan mereka hanya soal mendapatkan cemilan dan teman bermain, tapi bagi mereka (Matt dan Laura) masa kecil mereka adalah menemukan belahan jiwa mereka,” ucapnya.

Dipertemukan dengan teman hidup kita memang terjadi dengan berbagai cara, salah satunya adalah seperti yang dialami Matt dan Laura. Mungkin ada juga diantara kalian yang mengalami hal serupa? Bisa loh berbagi cerita bersama kami di kolom komentar di bawah artikel.

Semoga kisah pasangan ini menginspirasi kita semua ya!

Sumber : Independent.co.uk

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Darien E 24 July 2017 - 13:57:26

test flash data dari sub-head

0 Answer

Darien E 24 July 2017 - 13:56:36

test flash data

0 Answer

bagusp 20 July 2017 - 14:11:29

apakah Musa mati di gunung?

0 Answer


Humble Man 25 July 2017 - 00:12:21
Dear all, saya minta tolong dibantu doa untuk supa... more..

Roxel Christiancen 24 July 2017 - 08:11:01
Shalom teman teman. Saya mempunyai suatu permasala... more..

Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

ElizaBeth Lokaputra 18 July 2017 - 21:47:30
Rekan seiman saya minta didoakan untuk 1.mendapat... more..




7303