Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
385


Sebagian orang tua mungkin tanpa sadar suka membandingkan anaknya dengan anak lain. Waktu harapan orangtua berbanding terbalik dari realita kondisi anaknya, orangtua pasti bakal mulai bertanya-tanya, “Kog anakku begini ya? Anaknya kog rajin gitu ya nggak kayak anakku pemalas banget!”

Ada banyak aspek yang suka dibanding-bandingkan orangtua dari anaknya. Ini adalah empat hal yang paling sering dibandingkan tapi justru paling dibenci anak.

1. Pencapaian akademik

Salah satu yang paling sering dibanding-bandingkan orangtua soal anaknya adalah pencapaian akademiknya. Orangtua akan mulai membandingkan nilai akademik anaknya dengan nilai akademik anak lain, apalagi kalau nilainya lagi buruk.

Biasanya anak akan mendengar omelan ibunya, “Lihat, Anita saja dapat nilai matematika 90.” Atau “Anak tetangga aja bisa menang kompetisi ini..”

Baca Juga : Jangan Membandingkan!

2. Kondisi fisik

Kondisi fisik juga bisa jadi hal yang dibanding-bandingkan orangtua. Seperti yang aku alami, orangtuaku suka membandingkan kondisi fisikku yang kurus kecil dengan anak lain yang kelihatan gemuk-gemuk. Padahal semakin orangtua menyampaikan hal semacam itu, anak pastinya bakal semakin kesal.

3. Karakter anak

Soal karakter orangtua juga suka membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain. Anak yang kurang pergaulan dianggap nggak normal dan dipaksa supaya meniru anak lain yang punya banyak teman. Atau saat anak-anak suka berantem atau berisik di rumah, orangtua akan mulai marah dan membandingkan anak-anaknya dengan anak tetangga yang jauh lebih tertib.

4. Kesuksesan

Semua orang tua memang berharap anak-anaknya mencapai kesuksesan dalam hal karir. Karena tuntutan itu pula orangtua mulai membanding-bandingkan kesuksesan anaknya dengan kesuksesan anak teman-temannya. Padahal, tanpa disadari hal ini bisa sangat menyakiti hati anak.

Tahukah kamu kalau kebiasaan membandingkan ini ternyata bisa berdampak buruk loh. Beberapa diantaranya bisa menyebabkan:

  • Anak stress karena merasa terbeban oleh tuntutan orangtua.
  • Anak jadi minder atau kehilangan rasa percaya dirinya. Perasaan ini sangat merusak pertumbuhan pribadi dan juga akademisnya.
  • Anak memilih menarik diri dari lingkungan sosial yang membuatnya merasa kurang diterima.
  • Anak akan terluka dengan ucapan dan sikap orangtuanya dan kondisi ini bisa tersimpan dalam memori dan hatinya untuk jangka waktu yang sangat lama.

Jangan sampai anak merasa bahwa dia memang nggak berguna dan jadi anak yang gagal hanya karena kamu tanpa sadar membanding-bandingkan dia dengan anak lain yang jauh lebih baik dari dia. Bagaimanapun kondisi anak, orangtua harusnya selalu memperkatakan hal-hal yang positif dan membangunnya. Karena dengan itu anak akan merasa dicintai dan berharga.

Sumber : Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Darien E 24 July 2017 - 13:57:26

test flash data dari sub-head

0 Answer

Darien E 24 July 2017 - 13:56:36

test flash data

0 Answer

bagusp 20 July 2017 - 14:11:29

apakah Musa mati di gunung?

0 Answer


Humble Man 25 July 2017 - 00:12:21
Dear all, saya minta tolong dibantu doa untuk supa... more..

Roxel Christiancen 24 July 2017 - 08:11:01
Shalom teman teman. Saya mempunyai suatu permasala... more..

Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

ElizaBeth Lokaputra 18 July 2017 - 21:47:30
Rekan seiman saya minta didoakan untuk 1.mendapat... more..




7379