Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta Destria

Official Writer
1354


Ada seorang anak kecil yang tengah disibukan dengan pekerjaan rumah yang ia bawa dari sekolah. Sedikit-sedikit, anak ini akan menggosokkan penghapus pada pekerjaannya tersebut. Karena penasaran, sang ibu menghampiri anak tersebut. "Ibu, kenapa penghapus ini semakin kupakai semakin habis?" Tanya anak tersebut kepada ibunya. 

Mendengar pertanyaan tersebut, sang ibu langsung tersenyum kemudian menjawab "kalau kamu melakukan kesalahan dengan ceroboh, tidak belajar dari kesalahanmu, tidak berubah menjadi anak yang lebih awas, tidak berusaha untuk mengubah kelalaian dan mengulangi kekeliruan yang selalu sama, sebentar lagi penghapusmu akan habis." 

Kehidupan bisa kita ibaratkan sebagai sebuah penghapus. Hidup ini ada limitnya, memiliki batasan-batasan tertentu dalam diri kita. Kepercayaan, pengertian, kesabaran orang lain pun memiliki batasannya masing-masing. Jika di kantor kita tengah melakukan kesalahan dan dimaafkan, syukurilah akan hal tersebut dan jangan lakukan hal yang sama berulang-ulang. Sebab, lama-lama pengertian tersebut bisa saja habis. 

Baca juga: Keangkuhan Membawa Kita Jauh Dari Tuhan, Ayo Kelola Pujian Dari Sekarang!

Walaupun ini terdengar sederhana, tidak banyak orang yang mengabaikannya. Kata maaf rasanya terlalu mudah untuk diucapkan sehingga kita menganggap kalau akan mendapatkannya di waktu yang lain. Padahal, kenyataannya belum tentu demikian. Lama-lama, rasa maaf tersebut juga akan habis seiring dengan limit yang mereka miliki. Kesempatan kedua itu tidak berlabuh pada kehidupan ini. 

Dalam hubungan kita dengan Tuhan, pola ini juga sering terjadi. Namun kenyataannya Tuhan juga marah, lho. Hal ini bisa dilihat dalam Bilangan 14:22-23a, "Semua orang telah yang telah melihat mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suaraKu, pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka!"

Orang Israel bersungut-sungut dan terus menerus mengegrutu atas apa yang menimpa mereka. Satu kali, Tuhan diam saja. Kedua kali, Tuhan masih diam. Namun bukannya menghargai kasih Tuhan atasnya, mereka justru melakukan jalan-jalan yang membuat Tuhan marah. Sampai akhirnya Tuhan bertindak, dituliskan kalau mereka yang telah mencobai Tuhan hingga sepuluh kali tidak akan diizinkan masuk ke tanah Kanaan. 

Ternyata, secara pribadi Tuhan sangat senang menghitung apa yang sudah kita lakukan dalam kehidupan ini. Selama Tuhan mengampuni, itu tidak berarti kita bisa dengan bebas melakukan kesalahan yang sama. 

Hargailah pintu anugerah yang sudah Tuhan curahkan buat kita. Jangan anggap remeh kesabaran yang Tuhan telah berikan kepada kita. Tuhan memang panjang sabar, namun kesabaran Tuhan juga ada batasnya.

Kesalahan memang manusiawi, namun hal ini tidak boleh menjadi dinding penghalang antara kita dengan Tuhan. Lakukanlah apa yang bisa menjadi kesukaan bagi Tuhan, hiduplah takut akan Tuhan dan mintalah kepada Tuhan agar bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan kehendakNya. 


Sumber : jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Darien E 24 July 2017 - 13:57:26

test flash data dari sub-head

0 Answer

Darien E 24 July 2017 - 13:56:36

test flash data

0 Answer

bagusp 20 July 2017 - 14:11:29

apakah Musa mati di gunung?

0 Answer


Humble Man 25 July 2017 - 00:12:21
Dear all, saya minta tolong dibantu doa untuk supa... more..

Roxel Christiancen 24 July 2017 - 08:11:01
Shalom teman teman. Saya mempunyai suatu permasala... more..

Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

ElizaBeth Lokaputra 18 July 2017 - 21:47:30
Rekan seiman saya minta didoakan untuk 1.mendapat... more..




7379