Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
2393


Hampir setahun saya memperhatikan ‘new beginning’ dari kehidupan suami dan adik perempuanku, setelah si Danish lahir dalam keluarga besar kami. Anak ini mengubah seluruh gaya hidup dari mereka berdua. Yang tadinya sangat ‘bebas’ dan super ‘aktif’’ kini adikku menjadi sangat stuck kepada bayinya.

Dia meninggalkan segala kebiasaan yang dia lakukan ketika dia masih lajang. Dia meredam keinginannya untuk membeli baju baru atau aksesoris baru demi membeli pakaian baru untuk Danish. Dia memberikan segala yang terbaik kepada anaknya bahkan itupun dia masih merasa belum cukup.

Bahkan ketika anaknya memberontak, dia tidak pernah berhenti membelikan makanan kesukaan anaknya malahan dia begitu mengasihinya dan selalu memberikan yang terbaik. Saya salut melihat perubahan yang signifikan yang terjadi padanya apalagi setelah dia memiliki anak.  Saya tahu bahwa inilah yang disebut cinta tulus orangtua.

Melihat hal ini, saya memikirkan  tentang Allah yaitu Yesus Kristus yang mati di kayu salib untuk kita.

Dengan segala kerendahan hati-Nya dan melepaskan ke’Tuhan’an-Nya, Dia berani mati untuk kita. Bukan supaya Dia disebut seorang jagoan ataupun pahlawan dunia, tetapi karena Dia begitu mengasihi kita, anak-anakNya.

Kasih karunia-Nya membuat kita selamat dan memiliki kesempatan untuk bertobat dan selamat. Karena kasih karunia-Nya, kita beroleh pengampunan atas dosa-dosa kita, diberikan-Nya kesempatan buat kita yang berdosa untuk menyadari dosa kita dan bangkit untuk bertobat.

Beberapa hari yang lalu, saya sedang merenung mengenai diri saya secara pribadi dan begitu banyak orang-orang yang dikatakan ‘sudah percaya Yesus dan baptis namun masih saja jatuh kepada dosa.’

Nah, saya mau katakan bahwa nggak ada satupun manusia yang sempurna di muka bumi ini. Tidak memandang bagaimana level kerohaniannya, pastilah dia bisa jatuh ke dalam dosa. Entah dosa kecil ataupun besar. Namun kenapa sampai hari ini kita masih hidup dan tidak dihukum ya? Kenapa kita masih memiliki kesempatan untuk diampuni?

Pernahkah kalian berpikir sampai ke sini?

Ya! Saya sangat memikirkannya.

Yohanes 3:16 berkata:” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Saya mau mengajak kamu membaca ayat itu berulang-ulang hingga kamu menemukan jawaban yang sangat detail. Dan jawabannya adalah “karena kasih Allah lah sehingga kita beroleh kesempatan untuk hidup dan diampuni dari dosa.”

Jadi, jangan pernah izinkan dosa mengintimidasi kamu sehingga kamu terus mengingat dosa masa lalu kamu dan membuat kamu susah untuk move on dan bangkit!

Sekali lagi saya ingin kita mengingat bahwa Yesus sudah mati untuk kita, dan iblis juga dosa telah dikalahkan! Ini saatnya kita bangkit lagi dan lagi dari dosa, kembali ke Tuhan dan menjagai diri kita sekiranya kita menutup celah untuk iblis dan biarlah namaNya dimasyurkan lewat hidup kita.


Sumber : berbagai sumber

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Darien E 24 July 2017 - 13:57:26

test flash data dari sub-head

0 Answer

Darien E 24 July 2017 - 13:56:36

test flash data

0 Answer

bagusp 20 July 2017 - 14:11:29

apakah Musa mati di gunung?

0 Answer


Humble Man 25 July 2017 - 00:12:21
Dear all, saya minta tolong dibantu doa untuk supa... more..

Roxel Christiancen 24 July 2017 - 08:11:01
Shalom teman teman. Saya mempunyai suatu permasala... more..

Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

ElizaBeth Lokaputra 18 July 2017 - 21:47:30
Rekan seiman saya minta didoakan untuk 1.mendapat... more..




7429