Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
1011


Kita mungkin nggak asing sama kalimat bahwa ‘pemalas mudah menemukan solusi saat menghadapi masalah’. Dalam artian, pemalas dinilai jauh lebih mudah menemukan jalan keluar atas masalah-masalah yang mereka hadapi dalam waktu singkat.

Benar nggaknya kalimat itu, kita tetap nggak membenarkan sikap malas tumbuh dalam diri kita. Karena kenyataannya, Tuhan sendiri nggak suka sama orang-orang yang malas.

Bandingkan saja orang-orang malas dengan orang rajin, kamu pasti bakal menemukan perbedaan besar diantara kedua tipe orang ini. Di Alkitab pun kita bisa menemukan beberapa perbedaannya.

Pertama, pemalas terjebak dalam kemiskinan, tapi orang rajin akan bekerja untuk keluar dari kondisi itu.

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.” (Amsal 10: 4-5)

Pernah dengar cerita inspiratif soal semut yang rajin? Dari semut kita belajar mengaplikasikan Amsal 10: 5 di atas bahwa semut nggak pernah kekurangan makanan karena mereka selalu menyimpan persediaan sebelum musim kelaparan tiba. Itulah tindakan yang dilakukan oleh orang-orang rajin.

Sebaliknya, kemalasan hanya akan membuat kita tinggal dalam kemiskinan, khususnya dalam hal finansial. Nggak heran banyak orang malas hidup dalam kemiskinan dan bahkan nggak mau berusaha untuk memperbaiki hidupnya lewat bekerja. Amsal menggambarkan pemalas dengan orang-orang yang lebih suka tidur waktu orang lain sedang bekerja dan lebih suka beristirahat waktu orang lain membajak tanah.

Kedua, orang malas hanya bisa bermimpi tanpa berusaha, sementara orang rajin mewujudkan mimpinya dengan bekerja.

“Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi. Orang fasik mengingini jala orang jahat, tetapi akar orang benar mendatangkan hasil.” (Amsal 12: 11-12)

Orang rajin bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka. Mereka memanfaatkan sumber daya mereka dan menjadikannya modal. Mereka juga yakin kalau mereka akan mendapat hasil yang jauh melebihi dari yang mereka butuhkan.

Sementara pemalas hanya bisa iri dengan keberhasilan orang rajin. Padahal mereka hanya bisa bermimpi saja tanpa mau berusaha untuk mencapai mimpi itu. Itu sebabnya ada ungkapan, “Mimpi tanpa perjuangan adalah sia-sia.”

Ketiga, pemalas cuma bisa mengeluh, sementara orang rajin pantang menyerah.

“Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.” (Amsal 13: 4)

Orang-orang rajin selalu tekun bekerja untuk mencapai tujuan mereka. Walaupun di tengah jalan tujuan itu bisa berubah, mereka tetap saja pantang menyerah. Memang orang rajin tetap saja bisa jatuh, tapi saat jatuh mereka segera bangkit untuk memperbaiki kondisinya. Dengan hasil kerja keras yang mereka lakukan, orang-orang rajin selalu merasa puas.

Sementara pemalas bisanya hanya mengeluh. Mereka nggak mau terima dengan kondisi yang mereka alami. Akibatnya, pemalas selalu gagal mencapai impian-impiannya.

Kalau bisa memilih, setiap kita pasti maunya jadi orang-orang rajin bukan? Yuk, belajar dari si semut yang mengumpulkan perbekalannya sebelum musim kelaparan tiba.

Sumber : CT/Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Darien E 24 July 2017 - 13:57:26

test flash data dari sub-head

0 Answer

Darien E 24 July 2017 - 13:56:36

test flash data

0 Answer

bagusp 20 July 2017 - 14:11:29

apakah Musa mati di gunung?

0 Answer


Humble Man 25 July 2017 - 00:12:21
Dear all, saya minta tolong dibantu doa untuk supa... more..

Roxel Christiancen 24 July 2017 - 08:11:01
Shalom teman teman. Saya mempunyai suatu permasala... more..

Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

ElizaBeth Lokaputra 18 July 2017 - 21:47:30
Rekan seiman saya minta didoakan untuk 1.mendapat... more..




7379