Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta Destria

Official Writer
1782


Ada sebuah cuplikan menarik dalam film drama Jepang berjudul Doctors: The Ultimate Surgeon. Suatu hari, terjadilah perselisihan antara pihak dokter bedah dan perawat yang sedang bertugas untuk membantu para dokter menangani pasiennya.  Perselisihan tersebut bermula saat ada salah satu dokter yang bicara kasar yang seolah-olah tidak menghormati perawat yang saat itu sedang bertugas.

Kejadian ini sampai pada setiap telinga teman-teman dokter maupun perawat, sehingga perselisihan ini semakin panas sampai terdengar ke telinga pimpinan rumah sakit. Singkat cerita, untuk menengahi masalah ini, pimpinan rumah sakit mengadakan sebuah meeting besar yang dihadiri oleh kedua belah pihak.

Perawat mengemukakan dan meminta dokter untuk meminta maaf atas perlakuan dan kata-kata kasar yang dilayangkan kepadanya. Tetapi dokter ini bersikukuh untuk tidak meminta maaf. Pihak dokter lain pun mendukung keputusan ini dengan alasan kalau permohonan maaf yang dilontarkan kepada pihak perawat hanya akan membuat derajat dokter menjadi turun karena harus mengalah dengan perawat.

Kemudian ada salah seorang perawat yang berdiri dan mengatakan, “Saya tidak ingin para dokter meminta maaf kepada kami, tetapi menginginkan sikap kalian semua berubah. Kami ingin kalian menganggap kami para perawat sebagai rekan kerja dan hargai posisi kami sebagai pihak yang membantu kalian.

Kalian para dokter mendiagnosa penyakit pasien dan memberikan mereka resep obat, tetapi kami, para perawat melakukan lebih dari itu. Kami mencoba untuk memahami setiap pasien, kami mengerti keseharian mereka, bagaimana mereka hidup, perkembangan mereka, dan kami juga memberikan pelayanan terbaik kepada mereka. Kami memahami kebiasaan yang mereka lakukan hingga menyebabkan mereka sakit. Untuk itu, kami mohon untuk memperlakukan kami dengan baik, demi pasien.”

Dari cuplikan film diatas, kita kembali diingatkan kalau setiap kali kita berbuat dosa, kita datang kepada Tuhan untuk memohon ampun kepadaNya. Kita tahu kalau Tuhan adalah Bapa yang baik dan penuh kasih, tetapi apakah perkataan maaf dan mohon ampun saja cukup?

Baca juga: Seperti Kisah Michael Jordan Yang Mendapatkan Kontraknya, Kita Juga Harus Berbuat Demikian

Tuhan tidak hanya mau kita memohon ampun dan meminta maaf atas dosa yang telah kita lakukan, tetapi juga melihat kita menyadari dan menyesali tindakan dosa tersebut. Hal yang paling penting adalah perubahan sikap kita. Apakah sikap kita setelah mohon ampun dan minta maaf tersebut membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam iman.

Keinginan kita untuk hidup benar dalam Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan tidak aka nada artinya jika kita tidak mampu mengaplikasikannya dalam sebuah tindakan nyata. Kita harus bisa menunjukkan kepada Tuhan sebuah sikap hidup yang benar. Penyesalahan yang sungguh-sungguh dari dalam hati pasti bisa melahirkan sebuah perubahan sikap yang lebih baik. Inilah yang Tuhan selalu inginkan dari kita sebagai anak-anak kerajaan Allah. 

Sumber : jawaban.com/berbagai sumber

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Darien E 24 July 2017 - 13:57:26

test flash data dari sub-head

0 Answer

Darien E 24 July 2017 - 13:56:36

test flash data

0 Answer

bagusp 20 July 2017 - 14:11:29

apakah Musa mati di gunung?

0 Answer


Humble Man 25 July 2017 - 00:12:21
Dear all, saya minta tolong dibantu doa untuk supa... more..

Roxel Christiancen 24 July 2017 - 08:11:01
Shalom teman teman. Saya mempunyai suatu permasala... more..

Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

ElizaBeth Lokaputra 18 July 2017 - 21:47:30
Rekan seiman saya minta didoakan untuk 1.mendapat... more..




7428